Setiap anak terlahir berbeda, baik secara fisik, minat, bakat atau kemampuan lainnya. Orang tua perlu memahami bahwa membanding-bandingkan anak dengan anak lain merupakan tindaakan yang tidak adil bagi si anak. Untuk memahami hal tersebut, orang tua harus mengetahui karakteristik anak, bakat dan minat. Sehingga, orang tua bisa mengarahkan anak berdasarkan kemampuannya. Orang tua juga perlu mengetahui bagaimana gaya belajar anak sehingga orang tua dapat mengarahkan dengan cara yang tepat dan maksimal.

Gaya belajar merupakan cara bagaimana seseorang menyerap informasi dan mengolahnya yang tentu saja setiap orangnya. Gaya belajar terdiri dari tiga yaitu Visual, Kinestetik dan Auditori.

Gaya belajar visual merupakan cara dimana sang anak mampu menyerap dan mengolah informasi secara maksimal menggunakan kegatan yang berkaitan dengan visual seperti; membaca buku, membaca koran, melihat gambar, membaca grafik, mengamati, meninjau sekitar. Anak dengan gaya belajar visual memiliki kekuatan dalam indera penglihatan. Selain itu, anak akan cepat menerima informasi dari apa yang dibaca/dilihatnya.

Ciri-ciri gaya belajar visual: Lebih suka membaca sendiri daripada dibacakan, Tetap konsentrasi membaca meski suasana bising, sangat telit, berbicara dengan cepat, mengetahui hal yang harus dikatakan tetapi tidak panda memilih kata, lebih suka seni daripada musik.

 

Berbeda dengan gaya visual yang mampu memahami dengan membaca atau melihat, anak dengan gaya belajar auditorial akan cepat memahami dan  menyerap informasi menggunakan indra pendengaran. Anak dngan gaya belajar ini memiliki pendengaran yang sangat peka dan akan lebih mudah memahami melalui penjelasan berupa ceramah, radio, diskusi, lagu. Sehingga biasanya anak dengan gaya belajar ini apabila mempelajari sesuatu lebih suka dijelaskan langsung atau menjadikannya sebuah lagu agar mudah diingat. Dengan hanya mendengar, anak gaya belajar visual sudah dapat memahami informasi.

Ciri-ciri gaya belajar auditorial: tidak betah membaca berlama-lama, tidak bisa memahami peta, sering berbicara sendiri saat bekerja, merasa kesulitan dalam menulis tapi mudah dalam menyampaikan cerita, membaca dengan menggerakka bibir, membaca dengan bersuara.

 

Pernahkah anda merasa anak anda tidak bisa diam dan bergerak kesana kemari? Mungkin saja anak anda memiliki gaya belajar kinestetik. Gaya belajar Kinestetik merupakan cara memahami informasi melalui gerakan, menyentuh, mempraktikan secara langsung. Anak-anak usia rendah, biasanya memiliki gaya belajar ini. Misalnya, anak mempelajari gunung meletus, anak dengan gaya belajar ini tidak akan maksimal jika hanya diberikan penjelasan ceramah saja atau hanya melihat dari buku saja, tetapi ia akan mudah memahami apabila mempraktekkan secara langsung bagaimana terjadinya gunung meletus melalui simulasi. Kekuatan dari gaya belajar ini adalah indra perasa, fisik dan merasakan pengalaman melalui praktik langsung.

Ciri-ciri gaya belajar kinestetik: Ingin melakukan segala sesuatu, suka permainan, menghafal dengan berjalan-jalan/mondar-mandir, menggerak-gerakkan jari atau kaki ketika belajar, tidak betah diam berlama-lama.

 

Sebenarnya, tiap anak dalam dirinya memiliki tiga gaya belajar tersebut, namun pasti ada salah satu gaya belajar yang terlihat dominan. Apabila telah mengetahui bagaimana gaya belajar anak, baiknya orang tua mengarahkannya dengan tepat serta mendukung gaya belajarnya anak sehingga anak dapat belajar dengan tepat dan maksimal.

Jika orang tua dan guru memahami gaya belajar anak, tentu kejadian membanding-bandingkan dengan anak lain tidak akan terjadi, anak yang diam saja bukan berarti ia pemalu atau kurang pergaulan, tetapi mungkin saja dia memiliki sifat dan gaya belajar tertentu dan kemampuan tertentu, anak yang suka sekali bernyanyi dan bersenandung bukan berarti sang anak main-main dan malas dalam belajar, tetapi justru itulah terlihat gaya belajarnya begitu juga dengan anak yang suka berlari-lari dan bergerak kesana kemari, bukan berarti sang anak nakal atau tidak bisa diam, namun mungkin saja ia memiliki gaya belajar kinestetik.

Diharapkan seluruh orang tua serta pendidik dapat memahami anak-anaknya dan mendukung dan mengarahkan yang terbaik untuk anaknya. Sangat menarik ya gaya belajar tiap individu, yuk cari tahu apa gaya belajar anak anda kemudia arahkan dan dukung anak anda berdasarkan minat, bakat serta gaya belajarnya. Jangan lupa ceritakan pada gurubumi jika anda memiliki pengalaman dalam menemukan gaya belajar anak ya!

Older Post Newer Post