Anak-anak tentu lebih menyukai belajar dengan cara yang menyenangkan dan tidak hanya membaca atau menulis di dalam kelas. Terutama bagi anak-anak diusia 6-8 tahun yang memiliki sifat aktif, tidak bisa apabila hanya duduk di kelas dan mendengarkan guru. Karena, jika anak-anak merasa senang, anak akan antusias dalam mengikuti pmbelajran tanpa harus disuruh. Banyak sekali metode dalam belajar yang bisa membuat pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan bagi anak, kali ini gurubumi akan menjelaskan secara singkat tentang metode pembelajaran Total Physical Response (TPR).

 

Apa itu TPR? TPR merupakan metode pembelajaran yang melibatkan reaksi fisik siswa dalam mempelajari kosa kata baru. Dalam pembelajaran menggunakan metode TPR, anak akan mempelajari sesuatu melalui perintah secara langsung. Siswa diposisikan sebagai pemeran utama yang akan merespon secara fisik perintah yang diberikan oleh guru. Dalam hal ini, siswa akan berperan aktif didalam kelas. Perintah bisa melalui gerakan atau juga tulisan maupun gambar. misalnya, anak tidak tahu apa arti dari kata “berdiri”, kemudian guru memberikn perintah sambil memperagakan: “berdiri!” sehingga anak akan tahu bahwa yang sedang ia lakukan adalah berdiri. Contoh lainnya adalah ketika anak tidak tahu apa artinya mencangkul, kemudian guru memberikan perintah sambil memperagakan maka anak akan memahami arti dari yang ia peragakan. Secara sederhana, metode ini mirip seperti cara anak kecil belajar. Namun, tidak hanya melihat apa yang dicontohkan, tetapi anak memeragakan apa yang dicontohkan.

 

Pembelajaran menggunakan metode ini membuat siswa aktif dan tidak hanya duduk diam di kelas. Dengan begitu, anak akan merasa senang karena seluruh bagian tubuhnya ikut bergerak sesuai dengan proses perkembangan belajarnya. Sehingga anak akan lebih mengingat karena ia mengalami dan berperan dalam proses pembelajaran. Metode ini juga dapat menurunkan stress siwa dalam belajar, karena sesuai dengan sifat alami anak-anak yang senang bermain, maka anak tidak merasa tertekan ketika belajar karena ia seperti sedang bermain.

 

Bagaimana cara belajar menggunakan TPR? Sebenarnya, pembelajaran menggunakan metode ini bisa dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari, simak langkah-langkah sederhana berikut ini:

  • Siapkan rencana berapa kosakata yang harus dipelajari.
  • Kenalkan anak pada suatu benda secara langsung (berkaitan dengan rencana). Misal: sapu, meja, pintu.
  • Buat perintah sederhana kepada anak sambil dicontohkan. Contoh: “tutup pintunya!”, “matikan lampunya!” “sapu lantai!”
  • Pada poin ketiga anak akan berkembang mengetahui lebih dari 1 kosa kata yang telah dikenalkan pada poin 2. Yaitu; ia melihat bahwa menutup pintu adalah seperti itu, yang ia tutup adalah pintu.
  • Catat apa saja kendala pada anak sehingga mengetahui apa penyebabnya.

     

    Yuk, lihat video singkat tentang metode ini dan juga contoh dalam menggunakannya:

      

    Referensi: Elizabeth Claire, 1988, ESL Teachers Activities Kit .

     

    Older Post Newer Post