Halo sobat Guru Bumi, mengajarkan sesuatu yang baik kepada anak wajib hukumnya, apalagi di zaman sekarang. Orang tua harus benar-benar mempersiapkan bekal agar sang buah hati tumbuh jadi sosok yang tangguh dan tidak mudah terpengaruh lingkungan.

Salah satu hal yang wajib dilakukan orang tua muslim adalah mengajarkan anak untuk berpuasa di bulan Ramadan yang sebentar lagi akan hadir.

Apa sajakah yang dapat dipelajari anak-anak dengan berpuasa? Berapa usia tepat untuk belajar berpuasa? Bagaimana membuat suasana puasa menyenangkan untuk anak? Dan apakah ada pengalaman pribadi yang dapat diceritakan dalam menuntun anak berpuasa?

Terkadang pertanyaan-pertanyaan itu muncul di benak kita sebagai guru dan orang tua, sebab sudah merupakan tugas serta tanggung jawab yang besar bagi kita untuk mendidik anak sejak dini.

“Pada kesempatan kali ini, tim Guru Bumi mewawancarai psikolog anak yaitu Ibu Rr. R. Ikawahyu Indrawati, M.Si. Beliau mengatakan bahwa puasa mengajarkan anak-anak tentang waktu sahur dan berbuka, disiplin dalam menahan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa, belajar menikmati sesuatu yang tidak enak, sabar menunggu, dan juga berbagi.”

Ibu Ika juga menuturkan, "Belajar puasa sebaiknya dilakukan setelah anak siap; siap dalam arti mental, fisik, dan kognitif. Jadi, tidak ada umur pasti bagi anak untuk mulai berpuasa. Basanya kegiatan ini dilakukan saat anak sudah memasuki usia sekolah dasar. Asal anak mampu menahan lapar, haus, dan tentunya atas izin dari orang tua - jangan sampai anak dipaksa untuk berpuasa, karena ini akan berdampak kegagalan anak dalam berpuasa.”

Selain itu, untuk membuat puasa menyenangkan, orang tua dapat memvariasikan menu makanan, berbuka bersama keluarga, teman-temannya, dan beribadah bersama. Selain itu, bisa juga melakukan aktivitas yang menyenangkan sambil menunggu berbuka puasa. Dalam hal ini, intinya lakukan ritual yang berbeda agar anak merasakan perbedaan antara berpuasa dan tidak berpuasa.

Di akhir wawancara, Ibu Ika juga menambahkan, "Pembagian waktu belajar puasa untuk anak TK bisa dibagi menjadi dua waktu, yaitu setengah hari jika tidak kuat (dalam masa pembelajaran) dan seharian penuh jika anak kuat berpuasa. Untuk anak SD, bisa digerakkan belajar puasa seharian penuh selama satu bulan. Tentunya cara-cara kreatif guru dan orang tualah yang mampu membuat anak-anak sanggup lolos berpuasa selama satu bulan penuh."

Itulah beberapa cara dalam mendidik dan mengajarkan anak untuk giat berpuasa di bulan Ramadan.

Older Post