ARTIKEL

Gurukreatif-01

Kreativitas Guru Kunci Pendidikan Kontekstual

JAKARTA, KOMPAS – Sekolah sejatinya bisa dioptimalkan bagi pengembangan budaya dan nilai-nilai. Sayangnya, guru dan kepala sekolah sering terjebak dengan mengikuti begitu saja kurikulum nasional tanpa mengembangkan kreativitas agar pendidikan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak didik.

 

Kesulitan mengembangkan materi pembelajaran yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari anak didik muncul karena keterbatasan kemampuan guru. Nurman Siagian, spesialis pendidikan dasar Wahana Visi Indonesia, di Jakarta, Jumat (29/4), mengatakan dari pengalaman mengembangkan pendidikan kontekstual berbasiskan kearifan lokal atau Pendidikan Nusantara, disimpulkan bahwa guru memegang peranan kunci.

 

Namun, menurut dia dalam meningkatkan kapasitas guru, komitmen guru perlu diperkuat terlebih dahlu. ” Ketika komitmen muncul, ide-ide baru mudah disampaikan,” ujar Nurman.

 

Pendidikan Nusantara mengakomodasi kemajemukan dalam pendidikan dengan tetap mengacu kurikulum nasional. Anak diberi tempat untuk tumbuh dan mengembangkan potensinya di lingkungan dia tinggal.

 

Penerapan proses pendidikan dengan memanfaatkan alam sebagai sumber belajar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, karakter, dan keterampilan siswa juga dilakukan berbagai sekolah alam di daerah-daerah. Sekolah ini memadukan kurikulum nasional dengan pemanfaatan alam sebagai sumber belajar.

 

Direktur Sekolah Alam Cikeas Kunti Indra K mengatakan, sekolah dibangun dengan keteladanan yang dimulai dari kepala sekolah, guru, hingga staf. Kecintaan pada alam juga dibangun dalam diri anak. Kebiasaan memanfaatkan sampah, misalnya, dijadikan materi pembelajaran.

 

Dalam kesempatan terpisah, Pelaksana Tugas Harian Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Unifah Rosyidi menyatakan, sampai 2019, Indonesia kekurangan 500.000 guru sekolah dasar karena mereka yang diangkat secara massal pada 1875 sebagai pegawai negeri sipil sudah pensiun. ” Harus ada penataan ulang sistem pemenuhan jumlah guru supaya tahap dan mekanismenya jelas.” ucap Unifah seusai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, kemarin (AHA/ELN)

 

Sumber : Harian Koran Kompas, Sabtu 30 April 2016

Category: Uncategorized
gurubumi

gurubumi

Guru Bumi merupakan platform online yang menyediakan materi edukasi visual terpadu (disamakan dengan kurikulum yang berlaku) dari praktisi dan penggiat pendidik di Indonesia.

Tinggalkan Pesan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *