ARTIKEL

gb_artikel-visual-square-01

Apakah Anak Sudah Rajin Mencuci Tangan?

Tahukah Anda bahwa WHO (World Health Organization) telah menetapkan setiap tanggal 15 Oktober sebagai “Hari Cuci Tangan Sedunia”?

 

Tujuan dari kampanye global tersebut tidak lain agar masyarakat mengetahui betapa pentingnya aktivitas mencuci tangan meskipun terkadang masih banyak orang yang menganggap hal tersebut sepele. Padahal, tangan merupakan anggota tubuh yang paling sering menjadi media penularan kuman dan virus ke dalam tubuh paling efektif apabila daya imun sedang menurun.

 

Oleh karena itu, kebiasaan anak-anak yang masih sering mengikuti perilaku orang dewasa dapat dijadikan kesempatan Anda untuk mulai mengajak mereka budaya mencuci tangan terutama setelah melakukan aktivitas-aktivitas di luar, sebelum makan, atau sebelum tidur.

 

Berikut langkah-langkah cuci tangan pakai sabun yang baik dan benar:

  1. Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut
  2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian
  3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih
  4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan
  5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian
  6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan

Bagaimana? Sangat mudah bukan?

 

Ada alternatif lain yang lebih menarik untuk Anda, yaitu dengan pendekatan secara visual melalui poster “Panduan Cuci Tangan yang dapat diunduh di Guru Bumi. Poster dengan visual menarik tersebut bertujuan anak-anak lebih termotivasi untuk rajin mencuci tangan dan dilengkapi juga dengan instruksi berbahasa Inggris. Dapat ditempelkan di kamar mandi sekolah atau rumah.

 

Postercucitangan-01

 

Sumber: “Langkah Mencuci Tangan” oleh Dr. Yessica Tania (yessicatania.com)

Category: Pendidikan
gurubumi

gurubumi

Guru Bumi merupakan platform online yang menyediakan materi edukasi visual terpadu (disamakan dengan kurikulum yang berlaku) dari praktisi dan penggiat pendidik di Indonesia.

Tinggalkan Pesan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *